Kamis, 03 November 2016

Al-Qur’an dan Moderasi Islam



Selasa 25 Oktober 2016
           Dosen : Romli Syarqowi, MA
                                           
Alasan PSQ berpegang teguh pada moderasi Islam :
1.      Moderasi Islam merupakan cour / inti yang dipegang teguh oleh PSQ . hal ini dikarenakan pendiri PSQ yakni M. Quraish Shihab adalah alumni al-Azhar dimana al-Azhar merupakan salah satu universitas yang berpegang  pada moderasi Islam.
2.      Mengerasnya ajaran keagamaan di In donesia (neo Radikal)
            Indonesia mengenal radikalisasi tidak langsung dari mesir, namun melalui persentuhan dengan Afganistan. Radikalisasi di Inonesia lebih bersifat literalis, apa yang dikatakan al-Qur’an seperti itu maka akan terus seperti itu.
3.      Islam adalah agama yang moderat seperti dalam al-Qur’an disebut dengan al-Wasath yang bermakna :
Ø  Al-Adl (adil)
Ø  Al-i’tida (keseimbangan)
Ø  Lurus atau konsisten (istiqomah)
Ø  Al-aman (keamanan)
Ø  Daliur quah

                        Moderasi Islam berlaku untuk segala kondisi, di mana indikasi moderat tidak di ukur melalui tujuannya tapi pada praktik/cara mencapainya. Karakteristik moderat : a.) al-khoiriyah yang berorientasi pada sesuatu yang paling baik.  ( b.) al-Adl . (c.) mengedepankan sesuatu yang mudah dan mengurangi beban. (d.) istiqomah
            Bentuk kongkrit personal :
a.       Memilih yang paling baik tapi jiga dibebani tanggung jawab atas pilihan tersebut.
b.      Bergaul dengan orang lain karena manusia tidak daapat hidup sendiri
c.       Adanya jenjang dalam penerapan syari’at hukum.


Materi ke dua : Metodologi Tafsir
Dosen      :  Romli Syarqowi, MA

                        Metodologi tafsir itu mencakup ulumul Qur’an. Ulumul Qur’an sendiri yaitu ilmu-ilmu yang mempelajari al-Qur’an, seperti halnya asbabun nuzul, i’jaz, dll. Istilah ulumul Qur’an digunakan sejak Khalifah Usman dengan mencetak mushaf Ustmani.Ulumul Tafsir yaitu cara menafsirkan al-Qur’an lebih spesisfik, sedangkan ushul tafsir mencakup kaidah-kaidah penafsiran, seperti qowaid at-tafsir.
Ulumul Qur’an dibagi menjadi 3, yaitu:
a.       Tauqifi, seperti asbabul nuzul dan ilmu al-qur’an.
b.      Ijtihadi, seperti ilmu munasabah.
c.       Naqli/ijtihadi, seperti ilmu makki dan madani dan dalil sima’i.
Mengapa sahabat bisa dibilang istimewa??
a.       Alasan pertama yaitu sahabat mengetahui kronologi turunnya ayat al-Qur’an dan dapat langsung bertanya dan menemui nabi mengenai ayat yang kurang dimengerti.
b.      Sahabat mengetahui dan memahami seluk beluk adat istiadat budaya Arab saat itu.
c.       Sahabat juga paling menguasai bahasa Arab.
d.      Sahabat sudah dilegitimasi oleh Nabi bahwa mereka adalah generasi terbaik, dan saat itu Nabi mengatakan bahwa amal separuh dari sahabat tak sebanding dengan amal ibadah umat yang lain.
            Sahabat yang paling terakhir yaitu Amr ibn watsulah ilyas. Kemudian puncak ulumul Qur’an sendiri terjadi pada abad ke 8, yaitu pada As-Suyuti. Setelah itu keilmuan ulumul Qur’an masih mengalami kemandekan dan mulai muncul lagi pada abad ke 14 sampai saat ini.
Cabang Ulumul Qur’an :
a.                   Ushul tafsir
b.                  Manahijul hadits  (ijmali, tahili, muqoron, maudhu’i, tanzilimi)
c.                   Naqod at-tafsir

No.
Corak
Teknik
Metode
1.
Kalami
Ma’tsur
Ijmali
2.
Fiqhi
Bi ra’yi
Tahilli
3.
Lughowi
Bil isyarah
Muqoron
4.
Sufi

Maudhu’i
5.
Ilmi



Mengenai corak, itu hanya sebagai identifikasi sebagai warna penafsiran. Dalam hal ini dapat mengalami perkembangan, seperti halnya dikaitkan dengan ilmu sains, atau ilmu pengetahuan yang modern.

Materi ketiga : Tafsir Maudu’i
Toleransi Islam terhadab Agama Lain
QS. Al-Baqarah: 256
Pilihan beragama merupakan pilihan bebas tidak boleh dipaksa, memilih agama merupakan hak asasi manusia, hak pribadi manusia. Karena sesungguhnya kebenaran dan kesesatan itu sudah jelas dan tidak ada paksaan.
QS. Yunus: 99
            Ayat ini menegaskan jika Allah menghendaki semua orang beriman maka semua manusia akan beriman. Dalam filsafat kemanusiaan, manusia menganggab manusia akan menjadi bennar-benar manusia jika sudah memilih kebebasan dan letak keberadaan manusia tergantung masing-masing individu.
QS.Al-Kahfi: 29
Dalam ayat tersebut Allah mempertegas kebenaran itu dari Tuhanmu, siapa yang menginginkan beriman silahkan beriman atau siapa yang mau sialahkan memilih kafir. oleh kkarena itu harus di kembangkan sikap toleransi/tasamuh baik hubungan antar pribadi ataupun kelompok.
QS.Al-An’am: 68
            Jangan melakukan penistaan atau memandang jelek sesembahan agama lain, karena mereka akan membalas menistakan Allah.
QS. Al-Kafirun
            Dalam surat tersebut menjelaskan bahwa tidak ada toleransi dalam hal aqidah.
QS. Al-Mumtahanah:8
            Allah tidak melarang kamu membangun toleransi pada orang yang tidak memerangimu.
            jadi dapat disimpulkan bahwa toleransi merupakan cermin dari agama Islam yang menegaskan kebebasan beraagama karena agama Islam merupakan Rahmatal lil ‘alamin, dalam toleransi itu jangan disertakan dengan menistakan agama lain, toleransi tidak memasuki wilayah aqidah.
Materi ke empat : Metode Kritik Tafsir
Mengenal Tafsir
·         Istilah tafsir (bahasa Arab) dari kata fassaro-yufassiru yang artinya menerangkan atau menjelaskan.
·         Tafsir maknanya keterangan atau penjelasan
·         Secara terminologis tafsir adalah menjelaskan arti ayat-ayat Al-Qur’an dari segala seginya sesuai dengan kemampuan akal manusia
·         Ungkapan sesuaai dengan kemampuan akal manusia menunjukkan bahwa tafsir itu relatif dan subyektif
·         Relatif karena tergantung peda kemampuan akal yang menyebabkan hasilnya pasti tidak sama
·         Subyektif karena menjelaskan ayat terkait erat dengan siapa dan apa posisi mufassirnya
Perbedaan Penafsiran
Ø  Perbedaan penafsiran disebabkan oleh beberapa hal:
a.       Kecerdasan akal sebagai unsur utama tafsir
b.      Pengetahuan yang dikuasai oleh mufassir
c.       Kebiasaan yang terdapat di wilayah tinggalnya
d.      Aliran yang dianut mufassir
e.       Madhab yang diikuti mufassir
Implikasi Perbedaan penafsiran
·         Akibat logis dari perbedaan latar belakang mufassir adalah munculnya karya tafsir yang beragam kecenderungannya.
·         Perbedaan penafsiran juga disebabkan oleh munculnya persoalan-persoalan baru yang tidak ada sebelumnya.
·         Fakta-fakta itu menyebabkan berkembangnya metode dan corak penafsiran.
TAFSIR
1.      Sumber yang digunakan: Riwayat, Ijtihat, dan Isyarat.
2.      Metode yang diguunakan: Ijmali, Tahlili, Muqaran, dan Maudhu’i.
3.      Corak penafsiran: Lughawi, Falsafi, Adabi Ijtima’i, Fiqhi, Sufi, Ilmi, dan ahkam.

Materi Ke Lima : Ilmu Qira’ah
            Ilmu Qira’ah merupakan ilmu tauqifi . ilmu qira’ah adalah suatu ilmu yang membahas tentang cara-cara pelafalan ayat-ayat al-Qur’an yang selalu menisbatkan pada Rawi-rawinya dimana yang menjadi objek dalam ilmu ini adalah lafal-lafal qur’an. Al-qur’an terdiri dari dua hal yakni teks dan makna yang terkandung dalam teks.Perbedaan ntara ahruhu sab’ah adalah varian bacaan yang di ajarkan nabii pada para sahabat , sedangkan Qira’ah sab’ah adalah bacaan yang dipilih Imam 7 yang . uraian bacaan qira’at telah diperkenalkan oleh Nabi. Makna –makana dalam qira’ah sab’ah tidak menimbulkan perbedaan makana denagn tidak mengurangi orieantasi al-Qur’an, tapi malah sebalikanya yakni salling menguatkan dengan yang lain. Kaidah-kaidah umum ilmu ini adalah : م jama’ , mad, idqhom, dan fashun huruf
            Ilmu ini dimulai dari masa Nabi,Sahabat,Tabi’in yang mana ilmu ini tersebar bersama para sahabat ke beberapa negeri seperti Kuffah,Basrah,Syam,Madinah, dan Makkah. Pada abad ke-2 ilmu ini mulai dikodifikasikan lalu muncullah kitab-kitab qira’ah yang beragam. Pada abad ke-3 menjadi awal masa ke emasan dalam dunia ilmu qira’ah . indikatornya adalah banyaknya kitab-kitab qira’ah yang ditulis pada rentang waktu saat ini.
            Faedah adanya Ilmu ini adalah sebagai berikut :
1.      Menjaga keutuhan, eksistensi, orientalitas al-Qur’an
2.      Kemudahan agama islam
3.      Mengetahui dialek-dialek suku arab
4.      Luasnya wawasan penafsian al-Qur’an
5.      Jika membaca 10 qira’ah se akan-akan membaca 10 al-Quran

Kel . 9
Nama kelompok :
          1. Evi Lathifatunnisa’
2. Leny Anjani
                 3. Lina Faizatul Hasanah
             4. Lina Sofyana Safitri
           5. Lutfiyatul Maslikha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar