Kamis, 03 November 2016

Trilogi Al-Qur'an


Oleh Dr. Muchlis Hanafi pada acara Pembukaan PPM IAIN T.Agung di Bayt al-Quran

Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang didalamnya memuat berbagai macam ilmu dan hikmah, namun apa yang terdapat didalamnya sering kali memunculkan perbedaan pemahaman dikalangan umat islam sendiri. Oleh karena itu untuk membentuk dan menyelaraskan tujuan awal diturunkannya al-Qur’an, diperlukan pendekatan-pendekatan yang tepat dalam berinteraksi dengannya agar ia lebih membumi dan membawa kemaslahatan bagi semua makhluk, baik didunia maupun diakhirat.
Seringkali ditemukan kasus-kasus yang umum terjadi dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Sebagian besar umat muslim hanya sebatas menjadikan al-Qur’an sebagai objek bacaan (tilawatan), sebagai objek hafalan (hifdzan) atau sebagai objek yang diperdengarkan (sima’an). Pendekatan atau interaksi dengan al-Qur’an yang demikian ini kiranya masih belum dapat menunjukkan kemampuan al-Qur’an untuk menjawab realitas yang ada karena dalam hal ini, umat hanya memberlakukan al-Qur’an hanya sebatas kulit luarnya saja.
Kasus lain yang kerap terjadi adalah ditemukannya beberapa golongan atau kelompok yang langsung mengamalkan apa yang ada dalam al-Qur’an berdasarkan bunyi teksnya. Pengamalan terhadap bunyi teks ini, sering kali justru menimbulkan problema karena apa yang disebutkan oleh teks kerap kali tidak sesuai bila diberlakukan secara umum. Pengamalan berdasarkan proses pembacaan tanpa pemahaman ini justru sangat berbahaya bagi keberlangsungan sebuah agama karena hal ini berpotensi penyelewengan terhadap spirit dan tujuan awal diturunkannya al-Qur’an.
Selain kedua kasus diatas, terdapat pula beberapa kelompok yang sangat antusias dalam memahami al-Qur’an namun tanpa melakukan pembacaan terlibih dahulu dan tanpa mengamalkannya. Kegiatan ini juga termasuk kegiatan yang sia-sia karena potensi adanya kesalah pahaman akibat human eror sangat besar. Jadi dengan adanya realitas-realitas dan kasus seperti itu maka dalam berinteraksi dengan al-Qur’an harus mengkolaborasikan antar ketiganya.
Ketiga Pendekatan tersebut harus dijalankan sesuai porsinya, antara teks dan konteks harus diberlakukan secara seimbang dan diimplementasikan dalam perbuatan. Hal ini sejalan dengan fungsi utama diutusnya rasulullah saw yang membacakan kepada umatnya ayat-ayat Allah, mengajarkan hikmah dan pemahaman atas ayat tersebut serta mensucikan mereka dengan mengamalkan apa yang telah diajarkan..

Oleh : Faris Humam Assidiqi,Achmad Shoffan Baha'i, Ridwan, Nizar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar